Dunia otomotif terus mengalami kemajuan dan perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun. Kami dapat melihat banyak pembaruan besar pada mobil yang ada. Mulai dari aksesoris, fitur kendaraan, sistem keamanan, bahkan mesin yang digunakan sudah sangat modern. Hal ini tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi yang membantu terciptanya pembaruan dan modifikasi mobil modern saat ini. Berbicara tentang mobil modern, ada satu jenis mobil yang sedang banyak dibicarakan saat ini. Kendaraan jenis ini hanyalah kendaraan listrik atau biasa disebut dengan electric vehicle (EV). Hal ini ditandai dengan munculnya mobil listrik di banyak negara. Negara-negara di seluruh dunia juga menegaskan kembali isu peralihan dari mobil konvensional ke mobil listrik. Tentu saja, Indonesia juga terlibat dalam membuat langkah besar dalam penggunaan mobil listrik. Namun, tahukah Anda bahwa ini bukan pertama kalinya mobil listrik muncul di dunia? Padahal, gerakan penggunaan mobil listrik sudah ada sejak abad ke-18 dan penemu mobil listrik pertama bukanlah Elon Musk seperti yang kita kenal sekarang.
Mobil listrik sempat kehilangan popularitas dan kehadirannya selama lebih dari 40 tahun, kini mobil listrik kembali marak di berbagai negara, bahkan di Indonesia. Kebangkitan mobil listrik diawali oleh perusahaan yang mengembangkan mobil listrik, General Motors (GM). GM mempresentasikan prototipe mobil listrik pertamanya di Simposium Lingkungan, lebih tepatnya pada tahun 1988. Bekerja sama dengan AeroVironment California, General Motors yang dipimpin oleh Roger Smith berhasil memproduksi mobil listrik bernama EV1, produksi dimulai dari tahun 1996 hingga 1999. Mencermati perkembangan dan kemajuan mobil listrik di daratan Eropa, produsen mobil asal Jepang, khususnya Toyota, juga tak mau ketinggalan dan menghadirkan kendaraan hybrid pertamanya, Toyota Prius. Mobil yang diproduksi secara massal itu terjual hingga 18.000 unit. Hingga saat ini Prius masih digunakan sebagai sarana operasional oleh beberapa perusahaan taksi di beberapa negara. Kemudian, pada tahun 2009, Departemen Energi AS memberikan pinjaman senilai $8 miliar kepada Ford, Nissan, dan Tesla Motors untuk membiayai pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Nissan kemudian meluncurkan mobil listrik bernama LEAF yang mampu berlari dengan kecepatan hingga 114 km/jam. Melalui itu, mobil listrik terus berkembang biak dan beredar di seluruh dunia. Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Tak mau kalah, Indonesia juga mengembangkan mobil listrik mulai tahun 2012 di bawah pemerintahan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, seorang ahli muda Indonesia di bidang sepeda motor listrik bernama Ricky Elson mulai mengembangkan kendaraan listrik buatan Indonesia. Kerja keras Ricky Elson berhasil membangun mobil listrik, seperti Selo dan Tucuxi. Kedua mobil tersebut juga ditampilkan pada KTT APEC di Bali tahun 2013 lalu. Sayangnya, pengembangan mobil listrik di Indonesia terkendala dan harus dihentikan karena diduga merugikan negara dan dianggap gagal uji emisi. Tucuxi ini juga mengalami masalah pada rem saat dikemudikan dan diuji oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di jalan Solo-Surabaya.
Memasuki tahun 2020, berita tentang mobil listrik terdengar lantang dan jelas oleh masyarakat di banyak belahan dunia. Sejak itu, berbagai merek dan tipe mobil listrik terus diproduksi secara massal oleh berbagai perusahaan mobil. Kecanggihan berbagai fitur mobil dan motor listrik modern mulai menarik perhatian masyarakat, bahkan pemerintah dan investor dari berbagai negara berinvestasi di mobil listrik. Prospek mobil listrik cukup cerah karena merupakan kendaraan ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip pemerintah banyak negara, termasuk Indonesia yang mengkampanyekan gerakan “Go-Green” dan menerapkan kendaraan ramah lingkungan. . Saat ini berbagai jenis mobil listrik, baik hybrid, kendaraan listrik plug-in maupun kendaraan listrik bertenaga baterai berbagai merek dapat kita lihat di jalanan kota-kota besar di Indonesia, misalnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. kota.
+62 851-5684-5256
COPYRIGHT ©2022 OTOPIA. ALL RIGHTS RESERVED.